Karna warna kan berganti,
Karna langit pun mengerti,
Karna senyum kan berarti,
Nikmatilah hidupmu..
Pemirsah.. bait-bait di atas merupakan lyric di ending lagu karya saya yang sampai sekarang belum juga ngetop :p.. hiks.. Lyric tersebut kurang lebih bercerita tentang bagaimana manusia memiliki pandangan masing-masing dalam menyikapi hidupnya. eaaaaaa!!eaaaa!!
Lyric lagu ini ada kaitannya dengan obrolan bersama teman saya yang berkunjung ke D'Jengkol Kapeh Resto Kemarin. Obrolan begundal kolot seperti kita2 ini masih ikut2an trend abegeh yang tak jauh dari soal kegalauan. Bedanya kita terkesan lebih 'wise' dalam mencari solusi/ rumusnya.
"Apakah hidup ini adil bagi mu, Gun?" Tanya teman saya. Tatapannya dalam, sedalam kegalauannya.
Saya tersenyum sambil mencoba meramu kata2 yang merambat dalam otak.
Karna langit pun mengerti,
Karna senyum kan berarti,
Nikmatilah hidupmu..
Pemirsah.. bait-bait di atas merupakan lyric di ending lagu karya saya yang sampai sekarang belum juga ngetop :p.. hiks.. Lyric tersebut kurang lebih bercerita tentang bagaimana manusia memiliki pandangan masing-masing dalam menyikapi hidupnya. eaaaaaa!!eaaaa!!
Lyric lagu ini ada kaitannya dengan obrolan bersama teman saya yang berkunjung ke D'Jengkol Kapeh Resto Kemarin. Obrolan begundal kolot seperti kita2 ini masih ikut2an trend abegeh yang tak jauh dari soal kegalauan. Bedanya kita terkesan lebih 'wise' dalam mencari solusi/ rumusnya.
"Apakah hidup ini adil bagi mu, Gun?" Tanya teman saya. Tatapannya dalam, sedalam kegalauannya.
Saya tersenyum sambil mencoba meramu kata2 yang merambat dalam otak.
"Kadang kita kecewa karna kenyataan tidak sejalan dengan keinginan," timpal saya. Teman saya mengangguk penuh antusias tanda sepakat.
Pada dasarnya setiap insan mendamba kebahagiaan. Rumus 'Keinginan > Realita > Ikhlas > Syukur > Bahagia' sepertinya tidak semua orang bisa mudah melakoninya. Tiap orang saja punya definisi masing-masing tentang bahagia. Masing-masing mencari rumus untuk mencapai bahagia itu. Namun secanggih apapun rumus ciptaan manusia, tetap saja bahagia sulit untuk diukur. Bahagia menyangkut pikiran dan perasaan. Dan perasaan akan selalu mengalami fluktuasi. Hari ini saya bisa bahagia dan girang bukan kepalang. Mungkin esok lusa bisa saja kecewa, kemudian normal-normal saja di hari-hari berikutnya.
Pada dasarnya setiap insan mendamba kebahagiaan. Rumus 'Keinginan > Realita > Ikhlas > Syukur > Bahagia' sepertinya tidak semua orang bisa mudah melakoninya. Tiap orang saja punya definisi masing-masing tentang bahagia. Masing-masing mencari rumus untuk mencapai bahagia itu. Namun secanggih apapun rumus ciptaan manusia, tetap saja bahagia sulit untuk diukur. Bahagia menyangkut pikiran dan perasaan. Dan perasaan akan selalu mengalami fluktuasi. Hari ini saya bisa bahagia dan girang bukan kepalang. Mungkin esok lusa bisa saja kecewa, kemudian normal-normal saja di hari-hari berikutnya.
Namun bagi orang-orang yang level keimanan nya sudah di atas rata-rata, mungkin pencapaian bahagia itu adalah ketika menjauh dari keduniawian. Kenapa drummer sekelas Reza Noah tiba-tiba memilih pensiun dari gemerlap dunia musik? padahal saat itu Band Noah sedang berkibar penuh pesona. Begitu pun dengan Sakti, mantan gitaris Sheila On7, yang terlebih dulu melakukan hal serupa di saat karirnya sedang memuncak. Lari dari kegalauan? Berburu kebahagiaan? Padahal saya aja masih terobsesi jadi rockstar. Rumus saya untuk sementara ini masih sederhana. 'Dream>Cometrue>happy>No Galau!!
.jpg)
"Kalo saya lagi galau, saya suka mendatangi sebuah tempat. Saya parkirkan mobil di depan sebuah asrama tuna netra. Pemandangan mengharukan akan selalu menjadi terapi buat saya. Kekurangan fisik mereka adalah re-charge buat saya. Mungkin mereka nampak baik-baik saja. Tertawa, bercanda, seakan tak punya persoalan hidup. Jadi rasanya banyak orang yang jauh kurang beruntung dibandingkan saya." Cerita teman saya itu lumayan membuat senyum saya melebar. Rasanya seperti baru dapat vitamin untuk me-refresh pikiran saya. Ah, memang silaturahmi itu selalu melahirkan vitamin-vitamin penguat jiwa.
Kemudian perbincangan terpotong karena saya kedatangan tamu lagi yang datang menyapa. Seorang pria paruh baya yang nampak hepi karena baru selesai menjalani operasi matanya. Kemudian tema perbincangan pun akhirnya berubah menjadi tema bisnis. Sebuah tema yang membuat saya lupa kalau saya sedang galau :p
0 komentar:
Post a Comment